Selasa, 29 Maret 2011
Inilah Sepeda Motor Listrik Asal Italia
Home » Maret 2011
ITALIA- Sepeda motor listrik selama ini kurang disukai karena memiliki model yang sangat sederhana dan kurang bergaya.
Moto Guzzi V7 Racer Tampilan Klasik Dijual Terbatas
Home » Maret 2011
(foto: autoevolution)
ITALIA– Setelah memperkenalkan konsep terbaru Moto Guzzi V7 Racer di ajang pamer sepeda motor, Esposizione Internazionale Ciclo e Motociclo e Accessor (EICMA), Milan, Italia 2009, membuat permintaan V7 Racer semakin meningkat.
Walau permintaan meningkat, namun Moto Guzzi tetap akan memproduksi V7 Racer dalam jumlah yang terbatas. Namun tidak disebutkan secara pasti berapa unti yang akan dibuat.
Tampilan V7 Racer akan sedikit dirubah seperti V7 klasik, hal tersebut agar V7 Racer lebih terlihat motor balap tahun 1960-an.
Dapur mesin V7 Racer menggunakan mesin V-Twin 744 cc dengan sistem fuel-injected yang menghasilkan tenaga sebesar 49 hp pada 6800 rpm dan torsi 40 ft-1b pada kecepatan maksimal 3600.
Untuk model V7 Racer dengan tampilan V7 Klasik, motor tersebut terlihat cukup cepat saat di jalanan.
Pada bagian V7 Racer menambahkan unsur warna merah pada bagian Framenya yang terinpirasi model V7 Sport. Selain Frame, juga di pasangkan pada bagian swim arm dan tromol.
Selain tambahan merah, unsur krom pun di tampilkan agar lebih terlihat eksluif dan mewah, selain itu menggunakan logam yang memiliki teknologi yang inovatif.
Untuk pemesanan khususnya di Amerika, Moto Guzzi akan memproduksi V7 Racer edisi terbatas dengan harga USD9.790 atau sekitar Rp86 juta.
Senin, 28 Maret 2011
Dominasi Skutik Retro di Bangkok Motor Show 2011
Home » Maret 2011
Karena itu jangan heran, panitia Indonesia International Motor Show (IIMS), yang melongok pameran ini, yaitu Johnny Darmawan dan Dhani Budiarto, berbangga dengan event yang diselenggarakan. Johnny menilai IIMS lebih besar dan pesertanya lebih banyak. Kendati demikian, untuk gedung dan fasilitasnya - berada di kota satelit Bangkok - lebih wah dibandingkan dengan JCC atau pun JiExpo Kemayoran!
Pada BIMS peserta pameran bukan hanya produsen mobil, juga sepeda motor. Seperti Indonesia, untuk sepeda motor yang memegang peran utama adalah produsen Jepang, yaitu Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki. Dari Eropa ada Piaggio (produsen Vespa), dari Taiwan (SYM) dan juga produsen Thailand sendiri yang mulai gencar memamerkan sepeda motor atau skuter listrik.
Modifikasi Produsen sepeda motor yang menampilan booth dengan desain spektakuler adalah Honda. Kendati demikian tidak sepeda motor konsep “world premiere” ditampilkan. Kalau pun ada yang menarik adalah skuter yang disebut Mid Concept yang diperkenalkan di EICNA, Milan, awal November lalu.
Selebihnya, adalah Scoopy hasil modifikasi khas Thailand. Tampil meriah dengan gaya fashion, bodi warna-warna dan berbagai seni kreatif dengan permainan airbrush.
Hal yang sama juga dilakukan juga oleh Yamaha, menampilkan skutik retro, Fino yang telah dimodifikasi dengan gaya Thailand. Suzuki juga melakukan hal yang sama melalui skutik retro Jelato. Sedakang Kawasaki menggunakan model sport Ninja!
Produk lain adalah Piaggio dari Italia yang menampilkan cukup banyak produk serta Sym dari Taiwan. Bahkan juga ada sepeda motor listrik Thailand yang dibuat oleh Uda Motor. Sayang, informasi yang diberikan berbahasa dan tulisan Thailand. Alhasil, informasi pun tidak maksimal!
Kamis, 24 Maret 2011
Motor sport nol emisi
Home » Maret 2011
(foto: a
ITALIA- Industri otomotif mobil yang semakin meningkatkan teknologinya pada dapur mesin, namun motorpun semakin marak mengikuti tren, yaitu dengan menggunakan tenaga listirk yang rendah emisi.
Kali ini industri motor Italia meluncurkan sepeda motor sport dengan kekuatan listrik yang cocok dengan jalanan di perkotaan.
Motor Agility Saietta. Konon Saietta merupakan ejaan fonetik dalam dialek Apennine Italia, dalam bahasa Inggris berarti "thunderbolt" atau halilintar. Selain desain yang menarik motor ini nol emisi.
Agility Global Menjelaskan, "Dirancang di jantung salah satu kota terhebat di dunia. Maka, Saietta adalah sepeda motor perkotaan untuk masa depan.” Seperti dikutip Okezone dari Autoevolution, Sabtu (5/2/2011).
Saietta Agility akan segera di produksi pada bulan April 2011 yang khusus dirancang untuk setiap jalanan di dalam perkotaan. Selain itu, dengan menggunakan motor listrik dengan kekuatan 53.63 h, Saietta Agility sangatlah hemat.
Untuk pilihan motor, pelanggan dapat memilih dua varian, Saietta S dan Saietta R, dengan kisaran 50 dan 100 mil tergantung pada kekuatan mesin, dengan jarak waktu 0-60 sampai sub 5 dan sub 4 detik.
“Diproduksi dengan standar tertinggi serta desain yang canggih, kinerja sepeda motor Saietta sangat maksimal, dan Saietta merupakan salah satu motor yang menarik, menggembirakan, menyenangkan namun dapat diakses di dunia," tambahnya..
Sementara harga yang dijual untuk Saietta S seharga 16.090 USD atau sekitar Rp 140 Juta, sementara Saietta R dengan harga 22.540 USD atau sekitar Rp 202 Juta.
Akan Hadir Motor ala Ksatria Baja Hitam
Home » Maret 2011
Neos (Foto:Ist)
ITALIA - Mungkin Anda masih ingat film Ksatria Baja Hitam yang populer di awal tahun 90-an, di mana salah satu motor andalan jagoan tersebut memiliki atap yang dapat terbuka dan ditutup secara otomatis.
Seperti itulah gambaran proyek terbaru garapan Daniel Munnick. Dia merancang sepeda motor dengan tiga roda, yakni dua roda di depan dan satu di belakang, yang dinamakan Neos.
Bedanya dengan motor Ksatria Baja Hitam, Neos memiliki atap berbahan polikarbonat yang dapat dilepas dan dipasang secara manual, sesuai kebutuhan pengendara. Asyiknya lagi, Neos memiliki sebuah sespan dibagian sampingnya untuk penumpang tambahan. Namun bila terasa mengganggu, sespan tersebut juga bisa dilepas dengan mudah.
"Motor ini ideal untuk digunakan ke kantor atau perjalanan di akhir pekan. Saat melintasi jalan berkelok-kelok, Neos tetap fleksibel dengan sespan yang mudah dilepas. Menggunakan 3-phase motor induksi AC terbaru dan baterai lithium, Neos hadir sebagai motor yang ekonomis dan hijau, " tulis Yanko Design yang dikutip Autoevolution, Kamis (23/12/2010).
Guna melengkapi unsur keselamatan, Munnick mengadopsi fitur berteknologi tinggi. Seperti penggunaan airbag, di motor maupun sespan, sistem pengereman dengan ABS, dan kontrol traksi.
Sementara di dalam kendaraan, terdapat GPS, layar sentuh, kamera samping, dan pendeteksi kendaraan samping. Selain itu juga ada fitur radio dan MP3 serta kontrol joystik.
Neos memiliki desain futuristik dan menggunakan bodi dari bahan serat karbon yang ringan, namun sangat kuat. Untuk sumber tenaga, Neos dilengkapi motor AC terbaru induksi 3-fase dan baterai lithium.
Dengan menggunakan motor tersebut, Neos bisa menempuh jarak hingga 260 km dengan kondisi baterai penuh. (uk
MV Agusta Hadirkan Motor Brutale
Home » Maret 2011

(foto : IST)
ITALIA- Bagi anda para penggemar motor besar pasti familiar dengan nama pabrikan sepeda motor kencang asal Italia ini. Yup, baru-baru ini MV Agusta dikabarkan telah meluncurkan produk terbaru mereka Brutale 920 model untuk tahun 2011.
Seperti laporan MCN, sepeda motor baru ini akan bersanding dengan 990R dan 1090 RR terbaru untuk dapat tampil di seluruh showroom MW Agusta pada tahun 2011.
Sesuai namanya, motor ini mengusung mesin dengan tenaga yang juga brutal! Karena produsen motor asal negeri Pizza itu mencangkokkkan mesin berkapasitas 921 cc empat silinder segaris dengan model yang unik.
Mesin tersebut menggunakan beberapa komponen yang dipinjam dari 1090 RR, seperti crank, tetapi dengan ukuran piston yang lebih kecil dan blok silinder yang disesuaikan.
Hasilnya, Brutale 920 memiliki tenaga tidak kurang dari 127 horse power. Agar dapat dilarikan pada kecepatan tinggi dengan stabil sesuai keinginan penunggang, 920 menggunakan sistem kontrol traksi yang dapat di atur hingga delapan step sebagai fitur standar.
Motor yang datang sebagai model entry level ini akan hadir dalam warna hitam matte, tetapi juga akan tersedia dalam baluran warna putih. Dan yang membedakan dari model lainnya adalah penggunaan kursi dua bagian, tidak seperi model lainnya yang single seat.
Rencananya, sepeda motor yang memiliki banting suspensi tipe lembut dan menggunakan shock belakang adjustable itu akan dijual dengan harga sebesar USD 15.800 atau sekitar Rp 143 juta.
(foto : IST)
MV Agusta Buat Motor Edisi Khusus
Home » Maret 2011
ITALIA - Produsen motor terkenal di Italia MV Agusta mengeluarkan generasi ke ketiga dari mesin F4. Tahun lalu MV Agusta sempat terkenal dengan desain motor terindah seri F4 generasi kedua.
MV Agusta F4 pertama kali muncul pada tahun 1998 dan dibangun oleh desainer terkenal Massimo Tamburini di CRC (Cagiva Research Center).
Seperti dikutip dari Autoevolution, Minggu (6/2/2011), mesin dari F4 asli sebenarnya berasal dari mesin Ferrari Formula One yang dibuat pada tahun 1990-1992. Dan pada tahap awal, pengembangan mesin MV Agusta dibantu langsung oleh para insinyur Ferrari.
Sebagai penghargaan untuk model pertama tersebut, MV Agusta dikabarkan akan mengluarkan edisi terakhir dari F4 yang akan dinamakan Finale Edizione (Final Edition).
“Sebagai model perpisahan dari sepeda motor yang telah memikat hati ribuan bikers selama 13 tahun terakhir,” kata MV Agusta.
Didasarkan pada varian 1078 RR 312, MV Agusta F4 RR Edizione Finale menawarkan pengendara tenaga yang tidak kurang dari 190 tenaga kuda dan torsi sebesar 124 Nm.
Bila memiliki nyali lebih, pemilik Finale Edizione bisa melesat hingga kecepatan tertinggi 194 mph (312 km / jam).
Rencananya, sepeda motor ini hanya akan dibuat secara terbatas yakni sebanyak 30 unit, dengan beberapa part khusus yang akan membedakannya dengan model standar.
Dari kabar yang beredar, sebagian sepeda motor edisi khusus itu akan segera dikirim ke Jepang. Namun untuk harga produsen Italia tersebut belum bersedia mengungkap
Ducati Luncurkan Multistrada 1200 S Pikes Peak Special Edition
Home » Maret 2011
(foto: a
ITALIA– Dalam rangka merayakan kemenangan Greg Tracy, Ducati Inggris meluncurkan produk terbarunya yang dijuluki Multistrada 1200 S Pikes Peak Special Edition.
Mengapa diberi nama Multistrada 1200 S Pikes Peak Special Edition? Karena nama terbut di peroleh Greg Tracy yang memenangkan balapan Pikes Peak International Hill Climb 2010, di Colorado, Amerika Serikat,
Dikabarkan, Multistrada 1200 S Pikes Peak Special Edition akan hadir Mei 2010 sebagai model awal di tahun 2012, motor ini dilepas dengan harga 16.750 pound atau sekitar Rp 238 juta.
Jenis motor sport ini, meluncurkan pula replika Ducati dengan skema bergaya Ducati Corse, ditambah sepasang foot-peg di bagian penumpang dan pada bagian ban menggunkan warna hitam dengan strip merah pada lingkar velgnya.
Pikes Peak mengklaim, bahwa model terbarunya ini merupakan gabungan dari empat model yang lain, seperti Sport, Touring, Urban dan Enduro, sehingga motor ini dapat di gunakan dan beradaptas di berbagai lintasan.
Pikes Peak Internasional Hill Climb atau Race to the Clouds atau balapan ke awan, merupakan ajang balapan mendaki ke puncak Gunung Rocky, yang berjarak 16 km barat dari Colorado Springs. Ajang balapan yang dimulai dari garis start dengan ketinggian 2.862 meter, peserta harus menempuh jarak 20 km sampai ke garis finish yang terletak di ketinggian 4.300 meter.
“Ajang balap ini di mulai pada 1916, dan hingga saat ini di jadikan balapan internasional FIA dengan memperebutkan 7 kelas kategori dari 250 sampai 1200cc,” jelas Ducati yang ingin mempertahankan gelar juaranya untuk musim ini yang akan di selenggarakan Juni 2011.
Moto Guzzi V7 Racer Tampilan Klasik Dijual Terbatas
Home » Maret 2011
(foto
ITALIA– Setelah memperkenalkan konsep terbaru Moto Guzzi V7 Racer di ajang pamer sepeda motor, Esposizione Internazionale Ciclo e Motociclo e Accessor (EICMA), Milan, Italia 2009, membuat permintaan V7 Racer semakin meningkat.
Walau permintaan meningkat, namun Moto Guzzi tetap akan memproduksi V7 Racer dalam jumlah yang terbatas. Namun tidak disebutkan secara pasti berapa unti yang akan dibuat.
Tampilan V7 Racer akan sedikit dirubah seperti V7 klasik, hal tersebut agar V7 Racer lebih terlihat motor balap tahun 1960-an.
Dapur mesin V7 Racer menggunakan mesin V-Twin 744 cc dengan sistem fuel-injected yang menghasilkan tenaga sebesar 49 hp pada 6800 rpm dan torsi 40 ft-1b pada kecepatan maksimal 3600.
Untuk model V7 Racer dengan tampilan V7 Klasik, motor tersebut terlihat cukup cepat saat di jalanan.
Pada bagian V7 Racer menambahkan unsur warna merah pada bagian Framenya yang terinpirasi model V7 Sport. Selain Frame, juga di pasangkan pada bagian swim arm dan tromol.
Selain tambahan merah, unsur krom pun di tampilkan agar lebih terlihat eksluif dan mewah, selain itu menggunakan logam yang memiliki teknologi yang inovatif.
Untuk pemesanan khususnya di Amerika, Moto Guzzi akan memproduksi V7 Racer edisi terbatas dengan harga USD9.790 atau sekitar Rp86 juta. (
Intip Kehebatan Bebek Sport TVS
Home » Maret 2011
JAKARTA- Pasar sepeda motor jenis bebek high end dipastikan bakal kedatangan pemain baru dengan munculnya bebek sport dari TVS tahun depan.
Bahkan jauh sebelum meluncur 2011 mendatang PT TVS Motor Company Indonesia (TMCI) sudah lebih dulu memajang motor terbaru ini di gelaran Jakarta Motorcycle Show (JMCS) 2010.
Memang TVS belum terang-terangan membuka tabir bebek sport tersebut, tapi dibalut modifikasi bertema TVS Vertex, jelas terlihat garis-garis dasar desain bebek sport anyar ini.
"Memang belum final, tapi motor itu yang akan diluncurkan tahun depan," ucap sumber internal TMCI yang ogah ditulis namanya kepada okezone.
Nah, daripada penasaran dengan bebek sport TVS yang nantinya bakal bersaing dengan Suzuki Satria ini, mending kita intip dulu kelebihan motor 150 cc tersebut.
Dari data yang dilansir TVS saat gelaran JMCS 2010 lalu disebutkan, TVS Vertex yang merupakan cikal bakal bebek sport TVS akan menggendong beberapa komponen yang sejatinya ada di motor sport.
Misalnya saja suspensi depan yang telah menggunakan jenis up side down, serta penggunaan ban ukuran 90/80 R17. Walau saat tampil di JMCS 2010 Vertex dibalut ban tipe slick, namun bukan tidak mungkin ukuran pelek tetap sama hanya menganut ban yang lazim dipakai harian.
TVS juga telah menggunakan rem cakram berdiameter besar dibangian depan, serta untuk roda belakang juga telah dibekali disk brake. Artinya kedua roda telah dilengkapi piranti pelahan laju yang cukup mumpuni.
Sayangnya TVS tidak melansir apa kehebatan jeroan yang disandang Vertex. Produsen yang berpusat di India itu hanay mencantumkan bebek sport ini menggunakan mesin 150 cc
TVS Perkenalkan Tampilan Baru Apache RTR 160
Home » Maret 2011
PT TVS Motor Company Indonesia memperkenalkan tampilan terbaru varian TVS Apache RTR 160 cc dengan desain yang lebih modern dan sporty, sehingga memberikan ‘value lebih’ kepada konsumen.
Motor China Viar Kuasai Segmen Tiga Roda
Home » Maret 2011
PT Triangle Motorindo, selaku produsen sepeda motor
Viar di Indonesia, mengaku berhasil mendominasi segmen pasar roda tiga mengingat segmen tersebut belum banyak pemainnya. Sepanjang 2009, TM telah menjual 3.000-3.600 unit dan tahun ini menargetkan 24.000 unit, meningkat di atas 500 persen.
Marketing Division Head PT TM Ahmad Zafitra Dalie menjelaskan, pada tahun lalu, kapasitas produksi Viar untuk roda tiga berkisar 400-600 unit per bulan. Tahun ini, secara perlahan produksi ditingkatkan menyentuh angka 3.000 unit per bulan.
"Saat ini kami kewalahan dengan besarnya jumlah order yang masuk. Hampir semua pemda (pemerintah daerah) di Indonesia memesan produk kami, komposisinya sampai 80 persen dari total penjualan," papar Dalie di Jakarta, Jumat (5/2/2010).
Belum masuknya produsen Jepang di segmen motor ini membuat sejumlah motor China, seperti Fukuda, Tossa, Crisseda, dan Viar, menjadi pemain utama. Dalie menambahkan, dengan peningkatan kapasitas produksi, Viar menargetkan mampu mendominasi pasar motor tiga roda di Indonesia. "Tahun lalu pangsa pasar kita masih sekitar 20 persen, tahun ini kami menyasar target baru sampai 60 persen," tambah Dalie.
Selain itu, Karya juga akan menambah varian baru dengan mengusung mesin berkapasitas 200 cc dan mampu mengangkut barang seberat 1,2 ton. Saat ini Karya mengusung mesin 150 cc dengan daya tarik 500-750 kilogram.
"Kalau produk lama harganya Rp 17 juta-an per unit, yang baru sekitar Rp 19-20 juta per unit. Kami juga menggandeng mitra karoseri lokal untuk menciptakan kebutuhan konsumen khususnya bagian belakang motor," tukas Dalie.
Viar di Indonesia, mengaku berhasil mendominasi segmen pasar roda tiga mengingat segmen tersebut belum banyak pemainnya. Sepanjang 2009, TM telah menjual 3.000-3.600 unit dan tahun ini menargetkan 24.000 unit, meningkat di atas 500 persen.
Marketing Division Head PT TM Ahmad Zafitra Dalie menjelaskan, pada tahun lalu, kapasitas produksi Viar untuk roda tiga berkisar 400-600 unit per bulan. Tahun ini, secara perlahan produksi ditingkatkan menyentuh angka 3.000 unit per bulan.
"Saat ini kami kewalahan dengan besarnya jumlah order yang masuk. Hampir semua pemda (pemerintah daerah) di Indonesia memesan produk kami, komposisinya sampai 80 persen dari total penjualan," papar Dalie di Jakarta, Jumat (5/2/2010).
Belum masuknya produsen Jepang di segmen motor ini membuat sejumlah motor China, seperti Fukuda, Tossa, Crisseda, dan Viar, menjadi pemain utama. Dalie menambahkan, dengan peningkatan kapasitas produksi, Viar menargetkan mampu mendominasi pasar motor tiga roda di Indonesia. "Tahun lalu pangsa pasar kita masih sekitar 20 persen, tahun ini kami menyasar target baru sampai 60 persen," tambah Dalie.
Selain itu, Karya juga akan menambah varian baru dengan mengusung mesin berkapasitas 200 cc dan mampu mengangkut barang seberat 1,2 ton. Saat ini Karya mengusung mesin 150 cc dengan daya tarik 500-750 kilogram.
"Kalau produk lama harganya Rp 17 juta-an per unit, yang baru sekitar Rp 19-20 juta per unit. Kami juga menggandeng mitra karoseri lokal untuk menciptakan kebutuhan konsumen khususnya bagian belakang motor," tukas Dalie.
Viar Minta Maaf kepada Yamaha karena Plagiat
Home » Maret 2011
PT Triangle Motorindo, produsen sepeda motor Viar di Indonesia, meminta maaf kepada Yamaha Motor Co Ltd karena melanggar Undang-Undang Desain Industri.
Dyonisius Beti, Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, menjelaskan, aksi plagiat ini sudah dilakukan sejak lama. Karena mengusik hak cipta milik Yamaha, prinsipal menyewa pengacara di Indonesia untuk segera mengatasi hal ini.
"Dari pelaporan ini, pihak kepolisian kemudian melakukan sidak ke pabrik Viar dan memang ditemukan beberapa produk hasil plagiat. Ini pelanggaran dan harus diselesaikan secepatnya. Kami harap Viar dan produsen lain tak lagi mengulangi hal ini," ujar Dyon kepada Kompas.com, kemarin malam.
Dyon menambahkan, Yamaha Jepang merupakan pemegang hak cipta produk-produk yang diproduksi di Indonesia. Pengurusan hak cipta ini menurutnya membutuhkan biaya yang tak sedikit karena melibatkan banyak pihak, mulai dari pendesain hingga pengurusan surat-surat resmi ke berbagai lembaga.
"Anggap saja ini teguran keras. Kami tak akan menuntut apa-apa. Cuma satu yang kami inginkan, tak ada lagi tindakan plagiat," ungkap Dyon.
Berdasarkan penjelasan, pabrik Viar digeledah tiga kali pada 20 dan 24 Agustus 2009 serta 1 Januari 2010. Dari penggeledahan diketahui, Viar melakukan tindakan memproduksi dan menjual model StarfitZ, StarZ, dan StarMX yang melanggar hak cipta. Pada penggeledahan tersebut, banyak unit StarfitZ dan StarZ disita oleh pihak berwenang.
"Kami secara tulus memohon maaf kepada Yamaha Motor Co Ltd pemilik hak desain industri tersebut. Kami juga memohon maaf kepada khalayak konsumen dan pihak-pihak yang terkait atas terganggunya pasar sepeda motor akibat kegiatan kami melanggar hukum," ujar Ignatius Kartiman, Presiden Direktur Viar, dalam keterangan resminya.
Dyonisius Beti, Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, menjelaskan, aksi plagiat ini sudah dilakukan sejak lama. Karena mengusik hak cipta milik Yamaha, prinsipal menyewa pengacara di Indonesia untuk segera mengatasi hal ini.
"Dari pelaporan ini, pihak kepolisian kemudian melakukan sidak ke pabrik Viar dan memang ditemukan beberapa produk hasil plagiat. Ini pelanggaran dan harus diselesaikan secepatnya. Kami harap Viar dan produsen lain tak lagi mengulangi hal ini," ujar Dyon kepada Kompas.com, kemarin malam.
Dyon menambahkan, Yamaha Jepang merupakan pemegang hak cipta produk-produk yang diproduksi di Indonesia. Pengurusan hak cipta ini menurutnya membutuhkan biaya yang tak sedikit karena melibatkan banyak pihak, mulai dari pendesain hingga pengurusan surat-surat resmi ke berbagai lembaga.
"Anggap saja ini teguran keras. Kami tak akan menuntut apa-apa. Cuma satu yang kami inginkan, tak ada lagi tindakan plagiat," ungkap Dyon.
Berdasarkan penjelasan, pabrik Viar digeledah tiga kali pada 20 dan 24 Agustus 2009 serta 1 Januari 2010. Dari penggeledahan diketahui, Viar melakukan tindakan memproduksi dan menjual model StarfitZ, StarZ, dan StarMX yang melanggar hak cipta. Pada penggeledahan tersebut, banyak unit StarfitZ dan StarZ disita oleh pihak berwenang.
"Kami secara tulus memohon maaf kepada Yamaha Motor Co Ltd pemilik hak desain industri tersebut. Kami juga memohon maaf kepada khalayak konsumen dan pihak-pihak yang terkait atas terganggunya pasar sepeda motor akibat kegiatan kami melanggar hukum," ujar Ignatius Kartiman, Presiden Direktur Viar, dalam keterangan resminya.
Viar Klaim Masuk Empat Besar
Home » Maret 2011
PT Triangle Motorindo—prinsipal sepeda motor Viar—mengklaim menduduki posisi empat besar di pasar sepeda motor nasional periode Januari-Desember 2010. Viar berhasil mengungguli Kawasaki sekaligus menjadi satu-satunya merek non-Jepang yang masuk ke ranah "The Big Four".
Jika diurut dari data penjualan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) 2010, Honda memimpin penjualan dengan angka 3,4 juta, Yamaha (3,3 juta), Suzuki (526.003), Viar (96.807), Kawasaki (87.004), TVS (19.435), dan Kanzen (1.890).
Akhmad Zafitra Dalie, General Manager Marketing Viar Motor, menjelaskan, sepanjang tahun lalu penjualan Viar melesat 58 persen dari periode 2009 yang hanya 61.293 unit. Penjualan terbesar Viar disumbangkan model bebek (underbone) yang menyumbang 74 persen atau 71.554 unit.
"Kami optimistis masih bisa meningkatkan penjualan tahun ini dengan target 120.000 unit," jelas Dalie di sela perayaan hari jadi Viar ke-11 di MU Cafe, Sarinah, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
Dari total distribusi di seluruh Indonesia, Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat menjadi pasar terbesar dengan angka penjualan 18.050 unit atau 19 persen pangsa. Disusul Sulawesi Utara 11.736 unit (12 persen) dan Jawa Timur 11.127 unit (12 persen).
Sementara itu, sepanjang tiga bulan pertama 2011 Viar sudah mencatatkan penjualan 24.600 unit, naik 12 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu 21.947 unit. "Baru tiga bulan kita sudah meraih 20,5 persen dari target penjualan tahun ini. Kami optimistis pasti tercapai," kata Dalie.

Jika diurut dari data penjualan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) 2010, Honda memimpin penjualan dengan angka 3,4 juta, Yamaha (3,3 juta), Suzuki (526.003), Viar (96.807), Kawasaki (87.004), TVS (19.435), dan Kanzen (1.890).
Akhmad Zafitra Dalie, General Manager Marketing Viar Motor, menjelaskan, sepanjang tahun lalu penjualan Viar melesat 58 persen dari periode 2009 yang hanya 61.293 unit. Penjualan terbesar Viar disumbangkan model bebek (underbone) yang menyumbang 74 persen atau 71.554 unit.
"Kami optimistis masih bisa meningkatkan penjualan tahun ini dengan target 120.000 unit," jelas Dalie di sela perayaan hari jadi Viar ke-11 di MU Cafe, Sarinah, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
Dari total distribusi di seluruh Indonesia, Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat menjadi pasar terbesar dengan angka penjualan 18.050 unit atau 19 persen pangsa. Disusul Sulawesi Utara 11.736 unit (12 persen) dan Jawa Timur 11.127 unit (12 persen).
Sementara itu, sepanjang tiga bulan pertama 2011 Viar sudah mencatatkan penjualan 24.600 unit, naik 12 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu 21.947 unit. "Baru tiga bulan kita sudah meraih 20,5 persen dari target penjualan tahun ini. Kami optimistis pasti tercapai," kata Dalie.
TVS Hadirkan Apache "Facelift"
Home » Maret 2011
Tanpa seremoni berlebih, PT TVS Motor Company Indonesia diam-diam menyegarkan tampilan Apache RTR 160 cc. Sepeda motor sport andalan merek India ini kini tampil dengan desain yang lebih sporty dengan fitur air scoop, chin fairing, dan new striping racing style.
"TVS Apache RTR 160 cc terbaru kini hadir dengan tampilan balap dan warna baru yang cocok dengan kepribadian kalangan profesional, tapi dengan harga yang terjangkau," ujar Darmady Tjuatja, Chief Operating Officer TVS Indonesia, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (24/3/2011) malam.
Apache ditawarkan dalam dua varian, Apache RTR Single Disk (SD) dengan balutan warna marble red dan stallion black dan Apache RTR Dual Disk (DD) yang memiliki dua model, pearl white dan stallion black dengan harga Rp 15,8 juta dan Rp 17,5 juta on the road Jakarta.
TVS Indonesia menambahkan, saat ini perusahaan sudah memiliki 16 dealer utama yang menaungi 130 dealer berkonsep 3S (sales, service, dan spareparts) di seluruh Indonesia, yakni wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua. Guna terus meningkatkan pelayanan, konsumen dapat menghubungi TVS iCare Call Center di 0800-1900-700 setiap hari pukul 08.00-17.00 (bebas pulsa) untuk menanyakan layanan purnajual TVS.
"TVS Apache RTR 160 cc terbaru kini hadir dengan tampilan balap dan warna baru yang cocok dengan kepribadian kalangan profesional, tapi dengan harga yang terjangkau," ujar Darmady Tjuatja, Chief Operating Officer TVS Indonesia, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (24/3/2011) malam.
Apache ditawarkan dalam dua varian, Apache RTR Single Disk (SD) dengan balutan warna marble red dan stallion black dan Apache RTR Dual Disk (DD) yang memiliki dua model, pearl white dan stallion black dengan harga Rp 15,8 juta dan Rp 17,5 juta on the road Jakarta.
TVS Indonesia menambahkan, saat ini perusahaan sudah memiliki 16 dealer utama yang menaungi 130 dealer berkonsep 3S (sales, service, dan spareparts) di seluruh Indonesia, yakni wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua. Guna terus meningkatkan pelayanan, konsumen dapat menghubungi TVS iCare Call Center di 0800-1900-700 setiap hari pukul 08.00-17.00 (bebas pulsa) untuk menanyakan layanan purnajual TVS.
Rabu, 23 Maret 2011
2011 BMW Scooter Trial
Home » Maret 2011
Sepeda motor tidak pernah datang dan pergi di pameran mobil tertangkap ditengah-tengah persidangan sekitar pabrik BMW di Munich, Jerman.
Fitur BMW Scooter C dipromosikan sangat elegan, dengan tubuh perak dan rodabiru. Sementara tubuh aerodimanis sangat mendukung. Beberapa menyebutnyapenggemar skuter pintar.
Dalam pandangan, sebuah skuter issimilar Yamaha skuter Mulia dan PCX Honda.Hanya saja bahwa tubuh lebih elegan BMW Scooter C BMW kapasitas mesin skuteryang lebih besar daripada dikabarkan membawa kapasitas 650 cc, di luar batas daridua sepeda dari Jepang.
Diklaim sebagai posisi duduk yang paling nyaman karena posisi setang tidak terlaluatas dan ke bawah, sehingga penyesuaian dan membuat pengemudi nyaman. Di balik kursi batang luas yang dapat menampung dua helm.
Dari sepeda motor premuim, BMW berencana untuk mengimplementasikandasdboard panel instrumen. Selain indikator indikator gas dan kecepatan, sepeda motor BMW juga memasukkan GPS dan MP3.
Rencana tersebut akan menjadi mesin untuk rilis publik pada bulan November tahunini di pameran sepeda motor EICMA (Esposizione Internazionale e Accessori Siklusdan Motociclo) Milan, Italia.
Tidak ada rincian harga perunitnya. Namun jika Anda tertarik, setidaknya tidak harussabar. Karena sepeda tahun depan bisa mulai dijual pada tahun 2012.
Rayakan Kemenangan, Derbi Luncurkan GPR125 & GPR50
Home » Maret 2011
BARCELONA - Produsen sepeda motor asal Spanyol, Derbi, meluncurkan kembali motor sports GPR125 dan GPR50.
Peluncuran dua model terbaru GPR125 dan GPR50 merupakan sebuah perayaan perusahan Derbi dalam menyambut kemenangan pembalap muda asal Spanyol sebanyak 10 kali menempati posisi pertama dalam balapan musim 2010, yaitu Marc Marquez.
Tahun 2011, Derbi akan memberikan semua varian GPR125 dan GPR50 terbaru dengan warna racing red danracing grey.
Untuk GPR125, Derbi memberikan mesin 4-stroke 4v dengan liquid-cooled yang mampu menghasilkan tenaga 15 hp pada 9.250 rpm.
Selain itu GPR125 dilengkapi dengan sistem pengereman menggunakan 4-piston dengan cakram berukuran 300 mm pada bagian depan dan cakram belakang 220 mm.
Agar terlihat lebih sporty GPR125 dilengkapi dengan dashboard LCD multifungsi bergaya MotoGP, knalpot, garpu USD ukuran 41 mm dan menggunakan aluminium beam frame ganda.
Pada bagian belakang, GPR125 menggunakan lampu LED dan model dudukan plat nomor di dapat disesuaikan dengan trek atau balapan.
Sedangkan untuk GPR50, spesifikasi sama dengan GPR125, hanya saja GPR50 lebih sederhana karena hanya menggunakan mesin 50cc dengan 2-stroke ditambah liquid-cooled dan hanya mampu berlari 8,5 hp pada 10.000rpm. Pada bagian kaki-kaki dan tampilan lainnya, GPR50 memiliki kesamaan dengan GPR125, baik pada bagian depan maupun bagian belakang.
Langganan:
Komentar (Atom)










